Ikuti dengan Email

Misa Perdana Romo Agustinus Wahyu Dwi Anggorol SJ Di Pelemdukuh



Misa Perdana Romo Agustinus Wahyu Dwi Anggoro, S.J yang di selenggarakan di kediaman( rumah) Romo Agus dilaksanakan hari ini (2/8/2019) pukul 09.00 WIB. Dua hari sebelumnya, pada tanggal 31 Juli 2019, Bapa Uskup Mgr.Robertus Rubiyatmoko menahbiskan 8 calon Imam dari kongergasi Serikat Yesus (SJ) digereja St. Antonius Kotabaru. Delapan Imam tersebut antara lain:

Romo Agustinus Wahyu Dwi Anggoro, S.J. Romo Benny Beatus Wetty, S.J. Romo Bernardus Christian Triyudo Prastowo, S.J. Romo Fransiskus Kristino Mari Asisi, S.J. 
Romo Harry Setianto Sunaryo, S.J. 
Romo Hendricus Satya Wening Pambudi, S.J. Romo Paulus Prabowo, S.J. 
Romo Rafael Mathando Hinganaday, S.J. 

Misa Perdana Romo Agus yang dilaksanakan dirumahnya, di dampingi oleh 8 romo konselebran, antara lain Romo. Andreas Sugijopranoto, S.J. (Rektor Kolese St. Ignatius, Yogyakarta , Romo Modestus Supriyanta,Pr (Romo Paroki) , Romo Contantinus Hadianta,Pr, dan 5 Romo baru ditahbiskan bersama Romo Agus kemaren. Misa tersebut dihadiri oleh sanak-saudara keluarga Ibu Chatarina Martilah (Ibu Romo Agus) umat paroki Adm. Pelem Dukuh serta umat paroki sekitar. Setelah Perayaan Ekaristi selesai acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan keluarga. 

 Kenapa saya ingin jadi romo ? Awalnya hanya dari hal sederhana , ketika itu , ketika saya kecil ada kunjungan romo kerumah kami ,romo kami waktu itu adalah romo Adi Wardoyo " Le kowe suk dadi romo yo " rupanya kalimat sederhana itu 'berbunyi' di dalam diri saya , membawa ketertarikan tersendiri karena di mata saya ,seorang romo terlihat keren , di subyo-subyo (di hormati) , makan enak , bisa di lihat ketika ibu saya membuat masakan untuk romo maka akan lebih spesial dari biasanya .. sampai dalam permainan masa kecil saya pun bersama adik dan kakak saya ,kita main romo-romoan dengan memakai taplak sebagai jubahnya, saya membagikan 'hosti' , hosti yang merupakan biskuit . 

Baru setelah berada di Seminari Mertoyudan yang hari ini diwakili oleh kehadiran Romo Hadi, saya menemukan makna panggilan saya makna menjadi romo , alasan saya menjadi romo secara lebih mendalam , saya mengucapkan terimakasih .

 "Seumpama menabur benih " tentu saja membutuhkan tanah yang subur , lingkungan yang baik dan hal-hal pendukung lainya agar bisa tumbuh dengan baik dan itulah yang terjadi pada saya , lingkungan saya dari kecil sangat mendukung benih itu dari sekolah minggu yang ketika itu di bimbing oleh Ibu Ngatilah , trimakasih ..lalu menjadi misdinar , sekolah dasar : Bu Suprih , Bu Saminem, Bu Parsiyah , Pak Wakidi yang menjadi katekis saya dan banyak lagi guru-guru sekolah saya yang membimbing saya dengan kasih ..sekali lagi membimbing saya dengan kasih .. mungkin ini akan beda ceritanya kalau saya waktu itu saya di pukul atau di jewer atau dengan kekerasan lainya ..tapi tidak seperti itu , saya di bimbing dengan kasih sayang oleh mereka , itulah yang saya rasakan .. sampai saya SMP ada Pak Totok , Pak Martono, Pak Priyanto , trimakasih pak Priyanto atas bimbinganya dan kebetulan hari ini hadir .. 

 Intinya adalah trimakasih , mohon maaf dan mohon doa .

Kita sebagai romo adalah seperti bejana tanah yang sewaktu waktu bisa pecah ketika jatuh , tentu saja dalam pelayanan kami sekarang dan nanti kita akan banyak sekali halangan yang sewaktu-waktu bisa saja membuat bejana itu pecah , untuk itu doa dari umat sangat dibutuhkan untuk kami para romo agar bisa tetap setia dan tekun dalam kita menghadapi rintangan-rintangan itu , bukan untuk menghilagkan rintangan - rintangan itu tapi agar bisa tetap tabah , setia , tekun dalan menghadapinya .. bukan untuk menghilangkan salib itu tapi untuk tetap setia pada salib itu . Itulah sepenggal cerita dari Romo Wahyu yang masih banyak lagi cerita , namun tak bisa semuanya di rangkum oleh penulis .

Yang paling menarik adalah ketika Romo Supri di beri kesempatan berbicara , Romo Supri mengajak umat memberi doa dan kekuatan dengan sebuah lagu yang bisa di rasakan sebagai hal yang kuat yaitu dengan lagu dengan menggunakan nada "dalam Yesus" tapi kata-katanya di ganti menjadi : 

 Dadi romo , dadi romo tekan mati 
Dadi romo , dadi romo tekan mati 
 Saiki lan sak lawase , 
Dadi romo tekan mati 

 Dan juga mengajak semua ikut bernyanyi dengan di iringi koor pelemdukuh : 

 (Untuk Romo Wahyu dkk) 
Dadi romo , dadi romo tekan mati 
Dadi romo , dadi romo tekan mati 
 Saiki lan sak lawase , 
Dadi romo tekan mati 

 (Untuk umat) 
Dadi manten, dadi manten tekan mati 
Dadi manten, dadi manten tekan mati 
Saiki lan sak lawase Dadi manten, 
dadi manten tekan mati 

 *by.andreas ajik_

No comments:

Post a Comment