Header Ads

test

PENERIMAAN SAKRAMEN PENGUATAN OLEH MGR. ROBERTUS RUBIYATMOKO


27 UMAT PELEM DUKUH MENERIMA SAKRAMEN PENGUATAN


“Yang benar sakramen penguatan atau sakramen krisma??” Ini adalah hal pertama yang ditanyakan Bp. Uskup Mgr.Robertus Rubiyatmoko dalam khotbahnya di Gereja Adm Santa Maria Fatima Pelem Dukuh. Sebelum mengulas bacaan hari ini Beliau ingin meluruskan istilah yang sering salah kaprah diartikan oleh umat. Sakramen Penguatan atau Sakramen Krisma yang benar? yang benar adalah Sakramen Penguatan yang diterimakan dengan minyak krisma. 


Hari ini Sabtu 21 Juli 2018, sebanyak 27 umat di Gereja Pelem Dukuh menerima Sakramen penguatan oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Misa dimulai pkl.  14.00 dipimpin oleh Mgr. Ruby dan di dampingi oleh Rm. Modestus Supriyanta Pr selaku pastor paroki.  
Dalah homilinya Mgr.  Robertus Rubiyatmoko menyampaikan "Mengapa dinamakan Sakramen Penguatan?" hal ini dikarenakan Sakramen penguatan membuat kita semakin kuat, kuat didalam iman, kuat didalam kepercayaan, dalam harapan dan kasih kita kepada Tuhan dan sesama. Dengan ini maka sakramen Penguatan membuat kita kuat sebagai orang beriman dan mengikuti iman itu namun juga semakin dimampukan oleh Tuhan untuk menjadi pewarta kabar suka cita.

Bacaan hari ini berbicara tentang panggilan kita sebagai gembala-gembala. Bacaan pertama dari kitab Yeremia yang mengatakan “Celakalah para gembala, yang membiarkannya kambing domba gembalaan-Ku hilang dan  terserak”. Panggilan sebagai seorang gembala bukan hanya untuk yang ditahbiskan tapi semua orang yang telah dibaptis dipanggil untuk terlibat dalam tugas penggembalaan gereja. Dalam Kitab Suci kita diajarkan menjadi gembala yang baik, seperti dalam Injil Markus,Yesus digambarkan sebagai gembala yang baik, gembala yang utama, yang penuh belas kasihan. Banyak orang datang, mencarinya…apa yang dilakukanNya? Bersembunyi? Lari?... Tidak….padahal Yesus dan para murid sudah lelah karena berkeliling mewartakan Injil dan hendak mencari tempat sepi…tetapi malah disusul orang banyak…belum sempat istirahat, belum sempat makan dan minum…tapi Ia tergerak oleh belas kasihan. Melihat orang banyak, bagaikan kawanan domba tanpa gembala. Yesus tergerak hatinya maka langsung memberikan pelayanan da mengajarkan bayak hal kepada mereka. Inilah gambaran seorang gembala yag baik, yang murah hati dan penuh perhatian kepada gembalaannya. Jika kita mengabaikan tugas sebagai gembala pastilah kata-kata “Celakalah para gembala” akan dilontarkan kepada kita, maka ini menjadi permenungan kami para Romo dalam tugas penggembalaan kami. Tapi kami sadar kami belum mampu mengemban tugas ini maka pentinglah partisipasi, keikutsertaan umat sekalian dalam rangka menggembalakan jemaat ini. Dan memang kita semua yang sudah dibaptis adalah orang-orang yang telah dipanggil untuk terlibat dalam tugas penggembalaan Kristus. Maka kita semua menyadari betul bahwa masing-masing dari kita adalah seorang gembala, baik bagi diri sendiri maupun orang lain disekitar kita. Menjadi gembala bagi diri sendiri artinya mencoba mengarahkan kehidupan kita senantiasa pada Tuhan Yesus, setia kepada-Nya, tekun dalam iman dalam hidup sebagai orang katolik. Menggembalakan orang lain : Suami/istri, anak, dan orang sekitar kita agar setia pada Yesus, hidup dalam kebaikan, yang tidak mencerai beraikan. 

Dengan sakramen penguatan kita dianugerai roh kudus yang akan memperkuat kita dalam iman, pengharapan dan kasih,  namun juga akan meneguhkan dan menguatkan kita dalam tugas perutusan penggembalaan, menjadi semakin dewasa dan teguh dalam iman.
Perayaan ekaresti diiringi oleh paduan suara dari kelompok Maria Fatima, yang merupakan kelompok paduan suara paroki. Setelah perayaan ekaresti selesai acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Bapa Uskup. Bapa Uskup berfoto bersama dengan krismawan dan krismati serta wali krisma di depan altar. Setelah itu Bapa Uskup bersama dengan Romo Supri, dan umat paroki pelem dukuh menyantap hidangan yang sudah disiapkan oleh panitia. Bapa Uskup melanjutkan perjalanan ke Goa Maria Lawangsih untuk pemberkatan kapel,aula dan ruang transit peziarah. 


Foto Selengkapnya klik disini dan disini (part2)

No comments